e-Catalogue

Cover:
Judul Buku: The Host
Tahun Terbit:
2008
Nama Pengarang:
Stephanie Meyer
Penerbit:
Little, Brown & Company
Sinopsi:

Melanie Stryder adalah sedikit dari manusia liar, seorang pemberontak. Ia telah melawan Jiwa yang menguasai Bumi. Dengan adik kecilnya, Jamie, dan lelaki yang ia cintai, Jared Howe, Mel menyelamatkan diri dari Jiwa-jiwa yang memburu badan manusia sebagai tuan rumah yang bisa digunakan. Mereka membutuhkan badan manusia untuk tetap hidup di Bumi. Setelah merasuki badan manusia, mereka akan menghapus semua rekaman di dalam badan itu. Mereka menguasai badan dan jiwa manusia sekaligus.

Bumi adalah planet kesembilan yang dikuasai mahkluk asing itu, dan Mel adalah badan kesembilan pula. Perasuk bada Mel, Wanderer, sempat terkejut saat berada di dalam badan Mel, yang penuh dengan emosi, kenangan, dan rasa manusia yang kompleks; hanya saja Melanie Stryder tak mau menyerahkan badan dan jiwanya begitu saja. Wanderer dihujani berbagai kenangan dan rasa cinta terhadap Jared dan Jamie, sehingga ia pun jatuh cinta pada manusia dan berusaha mencari tahu keberadaan mereka berdua.

Dalam perjalanan ke Tucson, Melani teringat ucapan Paman Jeb tentang tempat bersembunyi rahasia yang pernah dibuatnya. Wanderer mencari tahu tempat persembunyian itu, dan ia ditemukan Paman Jeb nyaris mati kehausan dan kehabisan nafas. Sekali lagi ia merasa terkejut berada di dalam badan manusia, walau sesungguhnya Melanie mengecap Wanderer sebagai parasit dalam tubuhnya. Kyle dan Ian O'Shea, dua kakak beradik, berusaha membunuh Wanderer, tapi dicegah Jeb. Ia malah diperlakukan manusiawi, yang harus bekerja, makan, dan menjadi guru sejarah setelah makan malam. Selama itu, Wanderer bersahabat baik dengan kawan Ian, Wanda. Saat Ian jatuh cinta kepada Wanda, yang juga jatuh cinta kepada Jared, Wanda menolak Ian yang dianggapnya hanya mencintai tubuhnya. Saat Jamie kembali dari keramaian dengan luka di kakinya, Wanda dan Jared membantu dengan diam-diam ke rumah sakit untuk mencuri peralatan dan obat.

Pada saat ini, manusia menyadari bahwa Wanda bisa dijadikan tumpangan, karena ia dapat dipercaya oleh Jiwa lainnya. Di serangan lain, Wanda hendak menceritakan rahasia terbesarnya, bagaimana menghilangkan Jiwa tanpa harus membunuh tubuh atau jiwa manusia. Ia berjanji mengajari dokter dengan dua syarat: pertama, dokter harus berjanji mengirim Jiwa ke planet lain, dan kedua, dia berjanji mengangkat Jiwa Wanda dari tubuh Melanie dan menguburkan Wanda, yang tak ingin menjadi parasit lagi. Wanda menjauh dari Ian yang marah saat mengetahui Wanda akan mengakhiri hidupnya, dan dokter akan mengangkatnya dari tubuh Melanie. Sesaat kemudian, ia ternyata terbangun di tubuh baru, dan kali ini tubuh itu menginginkan Wanda tetap di dalam tubuhnya.

Cover:
Judul Buku: Dear John
Tahun Terbit:
2010
Nama Pengarang:
Nicholas Sparks
Penerbit:
Gramedia Pustaka
Sinopsi:

"Dear John" demikian surat itu dimulai. Dan dari dua kata itu, ada hati yang patah dan dua anak manusia yang hidupnya berubah selamanya. John Tyree, pemuda pemberontak yang memilih menjadi tentara karena tidak punya tujuan hidup... sampai dia bertemu Savannah Lynn Curtis. Hubungan yang awalnya hanya percintaan musim panas berubah menjadi cinta abadi, membuat Savannah rela menunggu John menyelesaikan penugasannya yang berjanji akan pulang dan menikahinya. Tapi tak satu pun menyangka akan terjadi peristiwa 9/11 di New York yang mengubah dunia dan cinta mereka. Pada saat itu, sebagai tentara, John harus memilih antara cintanya pada kekasih atau negaranya. ketika akhirnya pulang ke kampung halaman, John harus menghadapi kenyataan pahit dan menyadari bahwa cinta ternyata bisa mengubah manusia dengan cara yang tak pernah bisa dia bayangkan sebelumnya.

Cover:
Tahun Terbit:
2013
Nama Pengarang:
Alyson Noel
Penerbit:
Mizan Fantasi
Sinopsi:

Aku menjerit-jerit… meronta habis-habisan.Aku terkubur hidup-hidup.
Mimpi buruk terus berkelanjutan.Proyektor terus berputar.Tiap adegan baru menjerumuskanku dalam situasi yang malah lebih buruk daripada sebelumnya. Aku terjebak.Terperangkap dalam penjara kekal tak kasat mata.

Satu kesalahan dan pelanggaran, membuat Riley harus rela dihukum oleh para Dewan. Dia diliburkan dari tugasnya mengejar para arwah. Dan tanpa pekerjaannya, Riley amat kesepian. Temannya satu-satunya, Bodhi, sibuk mengincar para gadis idamannya, sedangkan Buttercup anjing peliharaannya, tidak banyak mengobati kesepiannya.

Riley pun memutuskan untuk mendatangi Dunia Mimpi dan mengirimi kakaknya, Ever, beberapa pesan. Sayangnya, dia justru harus berurusan dengan, Satchel, hantu anak lelaki yang selama ini mendiami sebuah studio mimpi yang sudah sangat tua. Selama puluhan tahun, Satchel telah mengirimi banyak mimpi buruk ke seluruh orang di dunia. Dan kini, dia mengancam akan mengirimi Ever mimpi buruk. Demi menyelamatkan kakaknya, Riley pun harus bertarung dengan si bocah penyebar mimpi dan menghadapi hal-hal yang paling ditakutinya.

Cover:
Judul Buku: Ranah 3 Warna
Tahun Terbit:
2011
Nama Pengarang:
A.Fuadi
Penerbit:
Gramedia
Sinopsi:

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam Bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.
Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?
Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.
Rupanya mantra 'man jadda wajada' saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat mantra kedua yang diajarkan di Pondok Madani ''man shabara zhafira'. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?
Kemana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Ksatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?
Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa. Tuhan bersama orang yang sabar.

Cover:
Tahun Terbit:
2010
Nama Pengarang:
Ryan Ver Berkmoes, Brett Atkinson, Celeste Brash, Stuart Butler, John Noble, Adam Skolnick, Iain Stewart, and Paul Stiles
Penerbit:
Lonely Planet
Sinopsi:

With a Lonely Planet guidebook you'll get the best out of your Indonesian trip. Our 9th edition of Indonesia will take you to the best beaches and bars in Bali, through lush paddy fields in Sumatra, diving with turtles off the Gilis in Lombok and to a traditional dance in Ubud.

Lonely Planet guides are written by experts who get to the heart of every destination they visit. This fully updated edition is packed with accurate, practical and honest advice, designed to give you the information you need to make the most of your trip.

In This Guide:

Discover natural Indonesia with our special color chapter
Detailed Itineraries for planning the perfect trip
Green Index helps you step lightly on your travels

Cover:
Judul Buku: The Kite Runner
Tahun Terbit:
2003
Nama Pengarang:
Khaled Hosseini
Penerbit:
Riverhead Books
Sinopsi:

Story of Amir, a young boy from the Wazir Akbar Khan district of Kabul, whose closest friend is Hassan, his father's young Hazara servant. The story is set against a backdrop of tumultuous events, from the fall of Afghanistan's Monarchy through the Soviet military intervention, the exodus of refugees to Pakistan and the United States, and the rise of the Taliban regime.

Cover:
Judul Buku: Pride & Prejudice
Tahun Terbit:
1813
Nama Pengarang:
Jane Austen
Penerbit:
T. Egerton, Whitehall
Sinopsi:

The story follows the main character, Elizabeth Bennet, as she deals with issues of manners, upbringing, moralityeducation, and marriage in the society of the landed gentry of theBritish Regency. Elizabeth is the second of five daughters of a country gentleman living near the fictional town of Meryton inHertfordshire, near London.
Set in England in the early 19th century, Pride and Prejudice tells the story of Mr and Mrs Bennet's five unmarried daughters after the rich and eligible Mr Bingley and his status-conscious friend, Mr Darcy, have moved into their neighbourhood. While Bingley takes an immediate liking to the eldest Bennet daughter, Jane, Darcy has difficulty adapting to local society and repeatedly clashes with the second-eldest Bennet daughter, Elizabeth.

Cover:
Tahun Terbit:
2003
Nama Pengarang:
Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit:
Gramedia Pustaka
Sinopsi:

Guru-guru di sekolah , menganggap Totto-chan nakal . Padahal gadis cilik periang itu hanya memiliki keingin tahuan yang besar. Totto-chan pun dikeluarkan dan sekolah dengan alasan selalu membuat keributan di kelas . Seperti memanggil para pemusik jalanan yang langsung membuat para murid ribut , hingga masalah laci Totto-chan yang selalu dibuka tutup ratusan kali.
Mama Totto Chan tidak bisa berbuat apa-apa selain menyekolahkan anaknya ke sekolah lain tanpa memberitahu apa yang terjadi padanya . Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke sekolah Tomoe Gakuen . Totto-chan girang sekali, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta yang dijadikan kelas. Ia bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong seolah-olah ia sedang melakukan perjalanan. 
Di sekolah Tomoe , para murid bebas memilih urutan pelajaran yang mereka sukai. Ada yang memulai hari dengan belajar fisika, ada yang menggambar dahulu, ada yang ingin belajar bahasa dahulu. Totto-chan tidak hanya belajar fisika, berhitung, musik, bahasa dan lain-lain di sana. Ia juga mendapatkan pelajaran berharga tentang persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri. Kepala sekolah juga menetapkan makan siang dengan membawa “sesuatu dari laut dan sesuatu dari gunung”. Karena sekolah itu begitu unik, Totto-chan pun merasa betah.
Hari demi hari dilewati Totto-chan dengan kegembiraan dan peristiwa yang tak terduga. Sampai-sampai ia dan juga anak lainnya tidak menyadari bahwa Perang Pasifik sudah pecah . Sampai kemudian , perang dan segala kengeriannya telah mulai terasa di kehidupan Totto – chan dan keluarganya . Setiap hari, para pria dan pemuda di sekitar tempat Totto-chan dikirim pergi untuk berperang.
Hingga beberapa hari kemudian , Sekolah Tomoe terbakar! Semuanya terjadi pada malam hari . Banyak bom yang dijatuhkan pesawat B29 menimpa gerbong-gerbong keias . Sekolah Tomoe sudah tak ada. Api berkobar menghancurkan semuanya . Totto-chan tak pernah tahu bagaimana perasaan kepala sekolah saat melihatnya , tapi yang ia tahu hatinya merasa sesak saat tahu keinginannya untuk menjadi guru di Tomoe teiah hancur.

Cover:
Tahun Terbit:
2004
Nama Pengarang:
Stephen R.Covey
Penerbit:
Free Press
Sinopsi:

In today's challenging and complex world, being highly effective is the price of entry to the playing field. To thrive, innovate, excel, and lead in this new reality, we must reach beyond effectiveness toward fulfillment, contribution, and greatness. Research is showing, however, that the majority of people are not thriving. They are neither fulfilled nor excited. Tapping into the higher reaches of human motivation requires a new mindset, a new skill-set --a new habit. Dr. Covey's new book, The 8th Habit®: From Effectiveness to Greatness, is a roadmap to help you find daily fulfillment and excitement.

Cover:
Tahun Terbit:
1989
Nama Pengarang:
Stephen R.Covey
Penerbit:
Free Press
Sinopsi:

Stephen R. Covey's book, The 7 Habits of Highly Effective People®, has been a top-seller for the simple reason that it ignores trends and pop psychology for proven principles of fairness, integrity, honesty, and human dignity. Celebrating its fifteenth year of helping people solve personal and professional problems, this special anniversary edition includes a new foreword and afterword written by Covey exploring the question of whether the 7 Habits are still relevant and answering some of the most common questions he has received over the past 15 years.

Pages