PERPUSTAKAAN YANG ADAPTIF TERHADAP NET GENERATION

Pertama kali dalam sejarah, 4 ( empat ) generasi bertemu dalam suatu organisasi. Berdasarkan teori yang dikembangkan, kita hidup diantara 4 generasi yaitu traditionalist, baby boomer, generasi X dan generasi Y atau dikenal juga dengan istilah Net Generation. Setiap generasi memiliki kekhasannya masing – masing sesuai dengan nilai – nilai yang mempertajam hidup mereka, yaitu sejarah, ekonomi, budaya, dan teknologi. Keempat aspek tersebut membuat karakter setiap generasi menjadi unik dan sangat menantang untuk mempelajari setiap individu yang ada.
 
Perbedaan generasi tersebut seharusnya menjadi bahan pertimbangan sebuah perpustakaan dalam memberikan layanan kepada penggunanya. Pada perpustakaan perguruan tinggi yang saat ini penggunanya didominasi oleh Net Generation, yaitu individu yang lahir pada tahun 1980 – 2000, seharusnya menyediakan koleksi, layanan, dan lingkungan pembelajaran yang responsif terhadap karakteristik mereka. Karakteristik mereka sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi ( Erickson, 2008 ).
 
Menjawab tantangan tersebut, banyak perpustakaan perguruan tinggi yang melakukan transformasi perpustakaan menjadi learning commons. Konsep tersebut adalah sebuah intereksi Antara koleksi, teknologi, layanan dan fasilitas fisik perpustakaan dalam mendukung proses pembelajaran ( Lippicott,2006 ).
 
Transformasi perpustakaan menjadi learning commons dapat diibaratkan dengan perubahan dashboard mobil yang diprodukso pada tahun 1970-an dengan 200-an, dashboard mobil tahun 1970-an sangat sedrhana dimana hanya terdapat sebuah alat kemudi yang di lengkapi pengerak wiper dan perseneling. Sedangkan dashboard produksi 2000-an dilengkapi juga dengan pemutar DVD, navigasi jalan, control AC, dan fasilitas otomatis lainnya yang berada di satu area. Senada dengan prinsip dashboard produksi 2000-an, layanan perpustakaan perguruan tinggi seharusnya tidak hanya pada penyediaan fasilitas fisik perpustakaan, yang terpenting adalah bagaimana memberikan layanan akademik yang mendukung kesuksesan pembelajaran kepada mahasiswa di satu area.
 
Untuk menyediakan layanan tersebut sulit terwujud apabila perpustakaan menutup diri dan selalu fokus terhadap teknis perpustakaan. Yang dibutuhkan perpustakaan adalah kolaborasi dengan unit akademik lainnya sehingga membawa layanan akademik ke perpustakaan, seperti penyediaan fasilitas bimbingan mahasiswa, pelatihan penulisan, bimbingan karir, dan sebagainya. Faslitas tersebut juga didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan NET Generation.
Berikut ini adalah contoh kolaborasi dengan unit akademik dan unit lainnya :

  • Tutorial penulisan karya ilmiah atau tugas mahasiswa bekerjasama dengan pihak akademik.
  • Konseling mahasiswa bekerjasama dengan bidang kemahasiswaan.
  • Layanan help desk teknologi informasi bekerjasama dengan departemen IT.
  • Layanan rujukan yang mendukung tugas mahasiswa.

 
Net Generation mengharapkan fasilitas tersebut terdapat di satu area, sehingga dalam satu kesempatan dapat berpindah dari satu layanan ke layanan lainya sesuai dengan kebutuhan mereka, senada dnegan ilustrasi diatas tentang dashboard mobil produksi 2000-an. Tersedianya kesuksesan tujuan pembelajaran mahasiswa.
 
 
Daftar Pustaka :

  • Erickson, Tamara. 2008. Plugged In : the generation Y guide to thriving at work. Harvard Business Press.
  • Lippincott, Joan K. 2005. Net Generation Students & Libraries. Educause.
  • http://www.educause.edu/educatingthenetgen.

 
 
 
Penulis :
                Guruh Tri Nugroho